Masa depan Destiny 2 kini tengah dibayangi awan mendung. Setelah bertahun-tahun mendominasi genre looter-shooter, karya ambisius Bungie ini tampaknya mulai ditinggalkan oleh komunitas setianya. Meski ekspansi terbaru, The Edge of Fate, baru saja dirilis, respon dingin dari para pemain memberikan sinyal kuat bahwa Bungie sedang kehilangan “sentuhan emasnya”.
Namun, krisis ini bukan terjadi secara instan. Penurunan populasi pemain sebenarnya sudah mulai terdeteksi sejak peluncuran The Final Shape pada tahun 2024 silam.
Efek Domino Pasca “The Final Shape”
Banyak analis menilai bahwa kesuksesan The Final Shape dalam menutup saga Light & Dark justru menjadi bumerang bagi Bungie. Sebagai konklusi narasi terpanjang dalam sejarah Destiny, ekspansi tersebut memberikan rasa “puas dan selesai” bagi banyak pemain.
Setelah misteri besar terpecahkan dan musuh utama dikalahkan, ribuan Guardians merasa tidak ada lagi alasan kuat untuk terus melakukan grinding. Sayangnya, Bungie tampaknya gagal mengantisipasi bahwa perginya pemain setelah akhir cerita akan sedrastis ini.
Data yang Mengkhawatirkan: Anjlok Hingga 97%
Angka statistik tidak bisa berbohong. Berdasarkan analisis terbaru dari Paul Tassi (kontributor Forbes dan pengamat veteran Destiny) melalui data Steam Charts, kondisi Destiny 2 saat ini berada di level yang mengkhawatirkan:
- Eksodus Massal: Sejak perilisan The Edge of Fate, jumlah pemain aktif merosot tajam hingga 91%.
- Titik Terendah: Jika dibandingkan dengan puncak pemain saat The Final Shape, penurunannya menyentuh angka fantastis, yakni 97%.
- Dulu vs Sekarang: Di masa kejayaannya, Destiny 2 sanggup menarik lebih dari 316.000 pemain serempak di PC. Kini, angka tersebut terjun bebas dan kesulitan bahkan hanya untuk menyentuh 10.000 pemain.
“Ini bukan sekadar fluktuasi musiman, melainkan tanda-tanda kelelahan komunitas terhadap formula yang ditawarkan Bungie,” tulis analisis tersebut.
Ketidakpastian Masa Depan dan Penundaan Konten
Masalah internal dan perubahan kebijakan yang kontroversial di dalam game disebut-sebut sebagai penyebab utama hilangnya kepercayaan pemain. Bungie seolah kebingungan menentukan arah baru setelah saga utama berakhir.
Kabar buruk lainnya, ekspansi berikutnya yang bertajuk Shadow and Order resmi diundur ke bulan Juni mendatang. Penundaan ini dianggap sebagai pedang bermata dua: memberikan waktu bagi developer untuk berbenah, atau justru membiarkan momentum game ini benar-benar mati sebelum konten baru tiba.
Meski data ini hanya diambil dari platform PC (Steam), tren serupa diyakini terjadi di platform konsol (PlayStation dan Xbox). Tanpa perubahan radikal, Destiny 2 terancam menjadi monumen masa lalu daripada game yang terus hidup.