Kabar mengejutkan datang dari jagat industri game awal tahun 2026. Belum genap dua bulan sejak perilisannya yang megah di panggung The Game Awards 2025, Highguard secara resmi dinyatakan “mati”. Game garapan Wildlight Entertainment ini hanya bertahan selama 45 hari sebelum servernya ditarik dari peredaran pada 12 Maret 2026.
Namun, di balik duka para pemain, ada sedikit titik terang bagi pengguna konsol PlayStation yang sempat merogoh kocek untuk konten di dalam game tersebut.
Inisiatif Proaktif dari PlayStation
Meskipun Highguard mengusung format free-to-play (gratis dimainkan), sistem monetisasinya sangat bergantung pada pembelian kosmetik dan item in-game. Setelah server ditutup secara permanen, item-item digital tersebut otomatis tidak bisa diakses lagi, membuat uang yang sudah dikeluarkan pemain seolah hangus begitu saja.
Menariknya, Sony melalui PlayStation Store tampak tidak ingin mengecewakan penggunanya. Laporan dari komunitas di Reddit mengungkapkan bahwa beberapa pemain mulai menerima pengembalian dana (refund) secara otomatis tanpa harus mengajukan formulir klaim apa pun.
“Saya baru saja mendapatkan refund sebesar $60,38 (sekitar Rp950 ribuan) masuk kembali ke akun saya, padahal saya tidak meminta atau mengharapkannya,” tulis salah satu pengguna Reddit dalam sebuah postingan viral yang menyertakan bukti screenshot.
Nasib Pemain di Platform Lain Masih Menggantung
Langkah “sat-set” yang diambil Sony ini sayangnya belum diikuti oleh platform lain. Hingga saat ini, para pemain Highguard di Xbox Series X/S maupun PC (Steam) mengaku belum menerima kompensasi atau tanda-tanda pengembalian dana serupa.
- Pemain Steam: “Di dompet Steam masih nol, belum ada kabar,” ujar salah satu komentar di forum diskusi.
- Pemain Xbox: Banyak yang mulai menandai akun resmi Microsoft untuk menanyakan apakah mereka akan mengambil langkah proaktif yang sama seperti rival mereka.
Jejak Singkat Highguard di Industri Game
Padahal, secara statistik, Highguard bukanlah game yang sepi peminat. Wildlight Entertainment mengeklaim bahwa judul shooter ini berhasil menggaet lebih dari 2 juta pemain lintas platform dalam waktu singkat.
Sayangnya, tingginya jumlah pemain tidak cukup untuk menyelamatkan game ini dari keputusan penutupan mendadak yang hingga kini alasannya masih menjadi tanda tanya besar di kalangan kritikus.